Pasalnya, para sopir diduga dipaksa masak dan mencurahkan sebagian isi muatan CPO kedalam drum/tong oleh sejumlah anak buah mafia tersebut.
" Ya bang, kami dipaksa masuk kelokasi dan mencurahkan sebagian CPO " kata salah seorang sopir bermarga Sitorus itu kepada redaksi WahanaNews Labuhanbatu, Senin (03/10/2022).
Baca Juga:
Ops Keselamatan Toba 2026, Satlantas Polres Labuhanbatu Ciptakan Kamseltibcar
Sitorus menjelaskan bahwa kegiatan mafia CPO yang sangat meresahkan itu sudah beroperasi selama dua bulan.
" Setahu ku ada sekitar dua bulan juga itu beroperasi" jelas Sitorus diamini rekannya.
Terpisah, Kapolsek Aek Natas, AKP Jeremia Ginting bungkam saat dikonfirmasi terkait kegiatan mafia CPO beroperasi di Wilkum-nya.
Baca Juga:
Direktur RSUD Rantauprapat Adi Subrata, Ainal, Kepala Puskesmas Poned Dipanggil Polisi
Panggilan dan Pesan WhatsApp yang dilayangkan redaksi WahanaNews Labuhanbatu hingga berita tayang belum ada tanggapan. [hab]