Fakta paling mencengangkan terungkap saat Roland membeberkan alasan di balik lemahnya pengawasan hutan di wilayah Labuhanbatu Utara. Bukannya komitmen menjaga paru-paru bumi, ia justru menyalahkan minimnya anggaran sebagai biang keladi bebasnya penebangan pohon di pegunungan.
"Tentang pengawasan kami tetap melakukan, namun kendala kami adanya efisiensi anggaran sehingga kami kurang optimal melakukan kegiatan sejak 2 tahun terakhir ini," tulis Roland dalam pesan digitalnya.
Baca Juga:
Aksi Kejar-kejaran di Jalur Lintas! Wartawan dan LSM Hadang Truk Kayu Raksasa Tanpa Plat di Aek Kanopan
Lebih miris lagi, Roland seolah menegaskan bahwa tanpa kucuran dana, tugas perlindungan hutan tidak bisa berjalan sesuai prosedur. Ia berdalih jika bekerja tanpa anggaran, pihaknya justru dicurigai melanggar SOP.
Polisi Bergerak, Pengawas Bergeming
Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Perkumpulan Pemerhati Dan Pengawas Korupsi Indonesia (P3KI), Koordinator Wilayah Sumut, Syamsudin Sianturi saat dimintai tanggapannya menilai bahwa pernyataan pihak KPH V Aek Kanopan tersebut memicu tanda tanya besar.
Baca Juga:
Victor Silaen Gelar Reses di Desa Silaen, Pembangunan Jalan Silimbat–Labura Segera Dilaksanakan
"Kontras dengan kinerja Polres Labuhanbatu yang sigap mengamankan aset negara dari jarahan mafia kayu. Jika pengawasan hanya dilakukan saat ada anggaran, lantas siapa yang bertanggung jawab atas gundulnya hutan di Labuhanbatu Utara selama dua tahun terakhir?" ujarnya.
Publik, sebut aktivis korupsi itu kini menanti keberanian Polres Labuhanbatu untuk mengusut tuntas siapa aktor intelektual di balik truk kayu ilegal tersebut, sekaligus berharap adanya evaluasi total terhadap kinerja KPH V yang seolah "angkat tangan" menjaga hutan dengan dalih efisiensi anggaran.
Sebelumnya diberitakan, sejumlah wartawan dan anggota Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura). Mereka mengamankan satu unit truk yang diduga mengangkut 8 ton kayu bulat gelondongan tanpa dokumen resmi saat melintas di pusat kota Aek Kanopan, Selasa (10/3/2026).