Guru-guru di TK Pembina mengungkapkan bahwa ada perubahan positif yang terlihat pada perkembangan anak. Secara kognitif, mereka belajar mengenal jenis tanaman, secara sosial dan emosional, mereka belajar menghargai proses dan kerja keras.
"Anak-anak sangat bangga saat melihat tanaman yang mereka siram setiap hari akhirnya bisa dipetik. Ada rasa percaya diri yang muncul saat mereka tahu mereka bisa menghasilkan sesuatu," ungkap salah seorang guru yang terlibat.
Baca Juga:
DPC GAMKI Tapteng Masa Bakti 2025-2028 Dilantik, Plt Kadis Pertanian: GAMKI Wadah Aspirasi dan Penggerak Peran Pemuda
Inspirasi untuk Masa Depan
Kegiatan panen bersama ini menjadi simbol kolaborasi yang manis antara pemerintah, pendidik, dan peserta didik. Hasil panen tersebut tidak hanya dinikmati bersama, tetapi juga menjadi media edukasi bagi orang tua dan masyarakat sekitar tentang pentingnya ketahanan pangan keluarga.
Ke depan, model pendidikan berbasis lingkungan ini diharapkan tidak berhenti di TK Pembina saja. Gema Sahabat Bunda PAUD Labuhanbatu diproyeksikan menjadi pemantik bagi sekolah-sekolah lain untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang berkelanjutan, di mana sekolah bukan lagi sekadar gedung bertembok, melainkan taman tempat karakter dan kemandirian bertumbuh subur.*
Baca Juga:
7 Karakter Baru Meramaikan Wednesday Season 2, Termasuk Lady Gaga