"Ramadan adalah momentum strategis untuk menyampaikan pesan bahwa narkoba adalah ancaman serius bagi generasi muda kita. Kami merangkul masyarakat agar bersama-sama menjaga stabilitas keamanan," tambah AKP Sahat.
Apresiasi dari Berbagai Elemen
Baca Juga:
Satu Panggilan, Seribu Respons: Kisah Jembatan Bunut dan Gerak Cepat Polisi
Kolaborasi ini mendapat apresiasi positif dari tokoh organisasi yang hadir.
Muhammad Buyung Lubis, Ketua MD KAHMI Labusel, Menilai sinergitas antara aparat, organisasi masyarakat, dan tokoh lokal merupakan kunci terciptanya stabilitas sosial di Labuhanbatu Selatan.
Abdul Situmorang, Ketua GRIB Jaya Labusel, Berharap aksi solidaritas ini tidak berhenti di bulan Ramadan saja, tetapi terus berlanjut dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan lainnya.
Baca Juga:
Rekrutmen Polri 2026: Kapolres Labusel Tegaskan Seleksi Tanpa Calo Melalui Pakta Integritas
Budaya Lokal dan Citra Baru Polri
Secara historis, berbagi takjil memang sudah menjadi tradisi di Kota Pinang. Namun, kehadiran aktif personel kepolisian di lapangan tanpa seragam lengkap yang kaku memberikan warna tersendiri. Senyum ramah para petugas saat menyapa pengendara menciptakan suasana hangat yang meruntuhkan sekat antara aparat dan rakyat.
Aksi sederhana di depan Pinang Raja 2 ini menjadi pengingat bahwa keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) adalah tanggung jawab bersama. Dengan semangat Ramadan 1447 H, Polres Labusel sukses membuktikan bahwa ketegasan dalam melawan narkoba bisa berjalan beriringan dengan kelembutan hati dalam melayani sesama.*