WahanaNews.co, LABUHANBATU – Sebuah peringatan keras yang menggetarkan publik datang dari jantung Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu. Di tengah bayang-bayang krisis global, kedaulatan pangan Labuhanbatu kini berada dalam status Waspada Merah akibat ancaman alih fungsi lahan yang ugal-ugalan.
Dalam rapat panas yang digelar di Ruang Rapat Balitbang, Rabu (22/4/2026), Kepala Balitbang Labuhanbatu, H. Zuhri, SE, meluncurkan serangan verbal terhadap fenomena penyusutan lahan produktif yang kian mengkhawatirkan. Ia menegaskan bahwa ketersediaan pangan adalah harga mati yang tidak bisa ditawar lagi.
Baca Juga:
Alih Fungsi Sawah Diperketat, Pemerintah Ancam Sanksi Pidana hingga 5 Tahun Penjara
Meski saat ini stok beras di gudang Bulog masih terlihat perkasa di angka 1.200 ton (dengan tambahan 2.700 ton dalam perjalanan), Zuhri memberikan early warning bahwa angka-angka tersebut bisa sirna jika alih fungsi lahan tidak segera dibendung.
Ada 'monster' yang siap menerkam kemandirian pangan, Perubahan Iklim dan Alih Fungsi Lahan yang Ugal-ugalan! Pemkab butuh kolaborasi lintas sektor yang agresif.
Zuhri mendesak validasi data lapangan yang akurat guna menghindari "data palsu" yang melaporkan kondisi aman, sementara secara faktual lahan sawah terus berubah menjadi, kebun sawit, hamparan beton atau perkebunan lain.
Baca Juga:
Upaya Cegah Bendana, Dedi Mulyadi Siapkan Pergub Larangan Alih Fungsi Lahan
Untuk melawan ancaman tersebut, Pemkab Labuhanbatu mengerahkan strategi tempur melalui ledakan produksi lokal dengan mengandalkan "Benih Sakti" varietas Inpari 32 dan Inpari 42.
Lalu, Teknologi Mutakhir, Percepatan Indeks Pertanaman (IP) untuk menggempur spekulasi harga dan Stabilitas Cadangan, Memastikan total stok ribuan ton tetap siaga untuk bantuan rakyat.
Seminar proposal "Kajian Potret Ketersediaan Beras 2026" ini bukan sekadar diskusi formalitas, melainkan penyusunan barikade pertahanan pangan. Kehadiran narasumber elite, Silvia Darina dari Bappelitbang Sumut, bersama jajaran Camat, Bulog, hingga akademisi ULB dan Univa, menandakan bahwa Labuhanbatu sedang dalam mode tempur untuk mempertahankan statusnya sebagai lumbung beras yang tak tergoyahkan.*