WahanaNews Labuhanbatu – Publik Sumatera Utara mendadak gempar. Kabar duka sekaligus misterius menyelimuti Markas Kepolisian Resor (Mapolres) Labuhanbatu. Seorang tahanan dilaporkan meregang nyawa di dalam sel pada Kamis malam (2/4/2026), namun hingga saat ini penyebab kematiannya masih menjadi teka-teki besar yang tertutup rapat.
Ironisnya, di tengah desakan publik akan transparansi, pucuk pimpinan Polres Labuhanbatu justru terkesan menutup diri. Kapolres Labuhanbatu, AKBP Wahyu, dan Kasat Reskrim, AKP Jihad, hingga berita ini diturunkan masih memilih bungkam seribu bahasa saat dikonfirmasi awak media terkait insiden maut tersebut.
Baca Juga:
Suasana Natal, Noel Dijenguk Istri di Rutan KPK Ungkap Kodisi Suami Sehat
Identitas Korban Terkuak
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun di lapangan pada Jumat (3/4/2026), identitas tahanan yang tewas diketahui berinisial HE usia 30 tahunan, warga Kecamatan Aek Kuo, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura).
HE kabarnya mendekam di balik jeruji besi atas dugaan kasus asusila terhadap anak di bawah umur yang masih memiliki hubungan keluarga dengannya. Namun, perjalanan hukumnya terhenti secara tragis sebelum sempat mempertanggungjawabkan perbuatannya di meja hijau.
Baca Juga:
Eksekusi Lahan Berakhir Ricuh, 14 Orang Ditetapkan Tersangka di Polman
Misteri di Balik Jeruji
Hingga detik ini, kronologi penemuan jasad korban maupun kondisi fisik HE sebelum menghembuskan napas terakhir masih gelap gulita. Tidak adanya keterangan resmi dari pihak kepolisian memicu spekulasi liar di tengah masyarakat terkait prosedur penanganan tahanan di Mapolres Labuhanbatu.
"Publik berhak tahu apa yang sebenarnya terjadi di dalam sel tersebut," ujar salah satu sumber Informasi.