WahanaNews.co, Labusel – Di tengah rutinitas warga Dusun Bunut Pekan, terselip rasa khawatir setiap kali mereka harus melintasi jembatan desa. Kondisi infrastruktur yang nyaris roboh itu bukan sekadar kendala transportasi, melainkan ancaman nyata bagi keselamatan. Namun, keresahan warga menemui titik terang melalui satu sambungan telepon ke layanan darurat 110.
Laporan yang masuk melalui sistem aduan tersebut direspon dengan kilat oleh AKP Sunipan Gurusinga, S.H., yang bahkan belum genap satu bulan mengemban amanah sebagai Kapolsek Torgamba. Tak sekadar menerima laporan di balik meja, AKP Sunipan langsung turun ke lapangan untuk memastikan kondisi fisik jembatan yang dilaporkan warga tersebut.
Baca Juga:
Optimalkan Arus Mudik, Polres Labusel Sebar 20 Titik CCTV di Jalur Strategis
Langkah taktis Kapolsek Torgamba ini memicu gelombang respons yang lebih besar. Pada Senin (20/4), perhatian tertuju pada Dusun Bunut Pekan saat Kapolres Labuhanbatu Selatan, AKBP Aditya S.P. Sembiring M, S.I.K., hadir langsung di lokasi untuk melakukan peninjauan mendalam.
Kunjungan ini bukan sekadar seremoni. Kehadiran para pemangku kebijakan menunjukkan betapa seriusnya keselamatan warga diprioritaskan.
Tampak hadir dalam peninjauan tersebut Wakil Bupati Labusel, Sahdian Purba Siboro, S.H, Pihak Kecamatan dan Desa, termasuk Camat Torgamba dan Kades Asam Jawa dan Stakeholder Swasta, yakni perwakilan dari PT Asam Jawa yang turut dilibatkan dalam mencari solusi perbaikan.
Baca Juga:
Sejukkan Ramadan, Satresnarkoba Polres Labusel Bagikan Takjil Sambil Tebar Pesan Anti-Narkoba
Di sela-sela peninjauan, Kapolres Labusel menegaskan bahwa kepolisian berkomitmen untuk selalu hadir di tengah masyarakat, terutama saat menyangkut fasilitas publik yang krusial.
"Kami mengapresiasi gerak cepat Kapolsek Torgamba. Kepolisian harus responsif terhadap setiap aduan masyarakat, apalagi yang berpotensi membahayakan keselamatan umum," ujar AKBP Aditya.
Kerusakan jembatan yang cukup parah memang menuntut sinergi lintas sektor. Koordinasi antara pihak kepolisian, pemerintah daerah, dan sektor swasta (PT Asam Jawa) diharapkan dapat mempercepat langkah perbaikan sebelum hal-hal yang tidak diinginkan terjadi.
Aksi nyata ini menjadi bukti bahwa layanan aduan 110 bukan sekadar pajangan. Kapolres menghimbau masyarakat Labuhanbatu Selatan untuk proaktif melaporkan kondisi darurat atau gangguan kamtibmas di lingkungan mereka.
Dengan respons cepat ini, warga Dusun Bunut Pekan kini boleh sedikit bernapas lega. Harapan akan jembatan yang kokoh kini bukan lagi sekadar impian, melainkan rencana yang sedang diupayakan secara nyata oleh para pemimpinnya.*