WahanaNews - Labuhanbatu | Sebuah mobil pick up Hiline B 9115 KSW sedang mengangkut sejumlah buruh PT. Asda Kebun Aek Buru Selatan, Kecamatan Bilah Barat, Kabupaten Labuhanbatu jatuh ke jurang, Rabu (11/1/2023) Pagi.
Akibatnya, satu orang buruh wanita atasnama Marfuah (55) dikabarkan meninggal dunia dan belasan lainnya mengalami luka-luka.
Baca Juga:
Kecelakaan Kerja di Kebun Sei Kebara, Seorang Pekerja Tersengat Listrik
Pantauan di RSUD Rantauprapat, sedikitnya dua belas orang buruh sedang mendapat perawatan medis.
Salah seorang korban mengaku bahwa mereka hendak menanam bibit sawit dilahan milik PT. Asda. Saat kejadian korban mengaku berada diatas mobil pick up tersebut bersama sejumlah buruh lainnya.
" Sekitar dua puluh orang ada kami diatas mobil, memang udah ngak muatannya lagi (Over Tonase), pupuk sekitar tiga ratus kilo ada itu " katanya.
Baca Juga:
Begini Ceritanya Seorang Pekerja Bangunan Meninggal Dunia Tersengat Arus Listrik di Binjai
Korban yang minta namanya tidak ditulis itu menceritakan bahwa lokasi kejadian tepat dijalan menanjak dilokasi kebun.
" Lokasi jalan menanjak, ngak kuat mobilnya, patah as, muatan nya banyak, atrek kebelakang sampai jatuh ke jurang sedalam puluhan meter la. Satu orang meninggal " jelas wanita yang mengaku sudah tiga tahun bekerja di perusahaan tersebut.
" Sekitar dua belas orang pasien kecelakaan mobil terbalik milik PT. Asda sedang dirawat" kata Humas RSUD Rantauprapat, Doni saat dikonfirmasi.
Anehnya, Manajer PT. Asda, Yudhi Munandar bungkam saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp pribadi-nya.
Terpisah, Humas PT Asda, Sakiran membenarkan belasan buruh haria lepas (BHL) mengalami kecelakaan mobil yang ditumpangi jatuh ke jurang saat hendak menuju lokasi lahan tempat mereka bekerja.
" Ya, saat jalan mau ke lokasi lahan, tempat dijalan menanjak, jatuh ke jurang, satu orang meninggal yang lain luka-luka. Saat ini sudah pulang semua, satu dirujuk ke rumah sakit di Medan " ucap Sakiran saat dihubungi kembali melalui ponselnya, Kamis (12/1/2023).
Atas kejadian peristiwa yang merenggut nyawa manusia itu, Ketua LSM Komunitas Masyarakat Labuhanbatu angkat bicara. Hanafiah mengatakan bahwa pihak perusahaan wajib bertanggungjawab penuh.
Selain itu, Hanafiah juga meminta pihak Kepolisian agar mendalami peristiwa tersebut.
" Kita minta juga pihak Kepolisian agar mendalami peristiwa yang menghilangkan nyawa seorang buruh tersebut. Cek apakah para buruh mempunyai BPJS, gajinya sesuai aturan pemerintah ngak ?, pihak kebun punya izin-izin ngak?, seperti HGU, perluasan lahan itu seperti apa status nya. Agar para buruh mendapatkan hak-haknya " tandasnya. [rum]