Pemeriksaan medis lebih lanjut menunjukkan adanya luka jerat pada leher, tanda mati lemas akibat tekanan pada pembuluh darah, serta pembesaran pada rahim korban. Meskipun demikian, tidak ditemukan indikasi kekerasan fisik atau penganiayaan.
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, dugaan kuat korban mengalami depresi sehingga memilih mengakhiri hidupnya.
Baca Juga:
Kapolres Labusel AKBP Aditya S.P. Sembiring Tekankan Keamanan dan Ketertiban Selama Nataru
Kapolres Labuhanbatu Selatan AKBP Aditya S.P. Sembiring melalui Kapolsek Kampung Rakyat menegaskan bahwa pihak kepolisian tidak akan berhenti pada dugaan awal.
“Penyelidikan terus dilakukan untuk memastikan penyebab pasti kematian. Dugaan awal memang korban meninggal karena gantung diri, tetapi kami tetap membuka kemungkinan adanya unsur lain,” jelasnya.
Sebagai langkah lanjutan, sampel jaringan tubuh korban akan dikirim ke laboratorium patologi anatomi milik dr. Johan, guna memastikan hasil pemeriksaan secara lebih mendalam.
Baca Juga:
Rumah Layak Huni, Hidup Baru: Kapolres Labusel Serahkan Bantuan Bedah Rumah kepada Warga Torgamba
Pihak keluarga korban juga telah membuat laporan resmi ke Mapolres Labuhanbatu Selatan untuk mendapatkan kepastian penyebab kematian anak mereka. Polisi berkomitmen menangani kasus ini secara profesional dan transparan demi keadilan bagi korban maupun keluarga.*