Kritik yang berangkat dari fakta dan etika jurnalistik dinilai sebagai bagian dari mekanisme evaluasi kebijakan publik.
“Kritik yang disampaikan secara objektif dan bertanggung jawab justru menjadi pengingat agar kebijakan tetap berada di jalur kepentingan rakyat,” katanya.
Baca Juga:
Rapat Perdana 2026, Pokja PWI Wali Kota Jakarta Timur Siap Jalankan Program SINERGI
Dalam sambutannya usai menerima penghargaan, Bupati Labuhanbatu menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada PWI Pusat atas penghargaan yang diberikan. Ia menegaskan bahwa penghargaan ini menjadi motivasi bagi Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu untuk terus memperkuat pelestarian budaya lokal.
“Penghargaan ini bukan hanya untuk saya pribadi, tetapi untuk seluruh masyarakat Labuhanbatu yang terus menjaga dan melestarikan warisan budaya daerah. Kebudayaan adalah jati diri bangsa yang harus diwariskan kepada generasi mendatang,” ujar Bupati.
Ia juga menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus mendorong program pelestarian budaya melalui pendidikan, kegiatan seni, serta penguatan nilai-nilai kearifan lokal di tengah perkembangan zaman.
Baca Juga:
PWI FEI BNPB UI: Profesionalisme Pers dan Etika Pemberitaan Bencana, Rawat Empati; Jaga Akurasi; Antihoaks
Dengan tema “Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat”, HPN menjadi momentum memperkuat peran pers sebagai pilar demokrasi, penyampai informasi yang akurat, serta penggerak kemajuan bangsa. Selamat Hari Pers Nasional.sebut Bupati.
Sementara itu, Ketua PWI Pusat Muhammad Munir menyampaikan bahwa Anugerah Kebudayaan diberikan kepada kepala daerah yang dinilai konsisten dalam mendukung kemajuan kebudayaan, menjaga tradisi, serta mendorong peran masyarakat dalam pelestarian budaya.
Puncak peringatan HPN 2026 turut dihadiri Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, Menteri Desa Yandri Susanto, serta Menteri Kebudayaan Fadli Zon.