Selain itu, Kementerian Agama terus mengembangkan program “Kemenag Berdampak” melalui transformasi layanan keagamaan berbasis digital, penguatan pesantren, serta optimalisasi pengelolaan dana sosial keagamaan seperti zakat, wakaf, infak, sedekah, dan dana kebajikan lintas agama.
Di sektor pendidikan, madrasah dan lembaga pendidikan keagamaan dinilai terus mengalami peningkatan kualitas dan daya saing.
Baca Juga:
Bupati Maya Hasmita: Tahun Baru Momentum Introspeksi dan Perbaikan Diri
Program Desa Sadar Kerukunan juga disebut sebagai langkah nyata dalam menumbuhkan nilai toleransi dan harmoni di tengah masyarakat.
Menghadapi tantangan global dan perkembangan teknologi, termasuk kemajuan kecerdasan buatan, seluruh aparatur sipil negara di lingkungan Kementerian Agama diharapkan mampu beradaptasi, berinovasi, serta memberikan pelayanan publik yang profesional, berintegritas, dan berorientasi pada kepentingan umat.
Menutup amanat Menteri Agama RI, Wakil Bupati Jamri mengajak seluruh jajaran Kementerian Agama dan masyarakat di Kabupaten Labuhanbatu untuk terus memperkuat sinergi dan menjaga kerukunan demi terwujudnya Indonesia yang damai, maju, dan sejahtera.
Baca Juga:
RUPS-LB Bank Sumut, Bupati Labuhanbatu Nyatakan Dukungan Perubahan ke Perseroda
Usai upacara, Wakil Bupati Labuhanbatu bersama Kepala Kantor Kemenag Labuhanbatu menyerahkan piagam tanda kehormatan dari Presiden Republik Indonesia kepada 12 pegawai Kemenag Labuhanbatu, serta memberikan sertifikat penghargaan kepada sejumlah pegawai dan mitra Kementerian Agama.
Rangkaian kegiatan peringatan HAB ke-80 ini turut dimeriahkan dengan penampilan seni dari siswa PAUD hingga MAN.
Wakil Bupati Labuhanbatu bersama tamu undangan juga meninjau sejumlah stan pameran yang menampilkan program dan kegiatan Kementerian Agama.*